"Investasi yang begitu besar, hampir di seluruh kabupaten di Sultra. Kurang lebih 54 perusahaan perkebunan dengan skala besar dan ini menjadikan kemiskinan di masyarakat," katanya.

Aksi unjuk rasa tersebut nyaris bentrok antara pengunjukrasa dan aparat keamanan  dalam hal ini kepolisian dan Satpol PP yang melakukan penjagaan gedung DPRD Sultra, dimana massa memaksa masuk mencari keberadaan Anggota DPRD.

Setelah berjam-jam melalukan orasi di depan Gedung DPRD Sultra, massa harus kecewa karena tidak bertemu satu orang pun anggota DPRD Sultra. Sabab seluruh Anggota DPRD Sultra sedang melakukan perjalanan dinas.

"Masa musim corona mereka masih juga melakukan perjalanan dinas, mereka pulang itu anggota dewan bawa virus corona," teriak pengunjukrasa.

Reporter: Siswanto Azis