“Bukannya menurun selama PPKM, tapi malah COVID-19 semakin mengganas di Kota Kendari,” kesalnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Forum Kajian Politik Sulawesi Tenggara, Didin. Menuntutnya, PPKM sangat  tidak adil dan demokratis serta telah merampas hak dan merugikan masyarakat.

“Jangan pemerintah hanya mengganti nama PPKM mikro, darurat dan kinil level tiga atau empat yang hanya menghabiskan dana operasional saja," ujarnya.

Setelah menyuarakan tuntutannya selama kurang lebih 2 jam lamanya, akhirnya para pengunjuk rasa memburkan diri karena hujan deras mulai turun, membuat mereka lari berhamburan mencari tempat berteduh. (A)

Reporter: Siswanto Azis