“Saya tidak tahu apakah yang 500 orang TKA China itu memiliki keahlian khusus yang tidak dimiliki WNI. Kalau hanya pekerjaan biasa saja, mestinya dipercayakan kepada WNI. Dengan begitu, dampak dari masuknya investasi asing bisa dirasakan masyarakat,”ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).
“Kan tidak elok jika investor dapat banyak. Mereka sudah mendapatkan izin eksplorasi SDA, lalu membawa tenaga kerja sendiri, hasil produksinya nanti dibawa ke negaranya. Lalu, apa lagi yang tersisa untuk kita?” tuturnya.
Dia menambahkan, pemerintah sebaiknya tidak mengizinkan dulu masuknya TKA ke Indonesia. Pemerintah harus memprioritaskan pekerja dalam negeri.
“Kalaupun ada yang harus masuk, harus pekerja yang betul-betul super luar biasa. Artinya, tanpa pekerja tersebut semua investasi yang ada tidak bisa dijalankan,” tandasnya.
Reporter: Marwan Azis
