Massa kemudian menggelar salat jenazah sebagai bentuk protes atas kedatangan TKA China. Tak hanya itu, mahasiswa juga membuang kantong sampah ke kerumunan polisi. Kebetulan sampah itu tertumpuk di samping pintu Kantor Imigrasi. Sampah-sampah ini terlihat mengotori halaman Kantor Imigrasi Kelas IA Kendari.

Dalam orasinya, koordinator lapangan aksi, Awal Rafiul menyebut, kedatangan mereka ingin memprotes pernyataan Kepala Imigrasi Kendari yang dinilai tidak konsisten terkait dengan kedatangan TKA China di Sultra.

Massa mendesak agar Imigrasi menyertakan semua pihak termasuk mahasiswa untuk mengecek legalitas penggunaan visa TKA China yang bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obssidian Stainless Steel (OSS).

Reporter: Siswanto Azis

Editor: Haerani Hambali