Baca juga: Pastikan Bebas COVID-19, Staf Bappeda Sultra Dirapid Test

Namun umat Kristiani, kata David, sempat khawatir saat ada insiden pembakaran gereja di Jawa Timur tahun 1997 menyebar. Kabar itu  sempat menyebar ke Kendari.

Ia mengakui ada rasa khawatir jika gereja mereka akan menjadi sasaran pembakaran, sehingga pihaknya meminta bantuan pengamanan dari kepolisian. Namun yang terjadi, para remaja masjid tanpa pernah diminta justru ikut bergabung bersama petugas kepolisian dan berjaga-jaga di sekitar gereja.

Namun di bulan Ramadan kali ini adalah yang paling menyedihkan bagi umat muslim di Kota Kendari, akibat pandemi virus COVID-19, Salat Tarawih maupun Salat Jumat tidak dapat dilakukan di mesjid ini secara berjamaah.

Begitupun bagi umat Kristiani, Gereja Bukit Zaitun, sudah hampir tiga bulan tidak ada kegiatan kebaktian, ini dilakukan untuk memutus mata rantai penularan virus COVID-19 di Sulawesi Tenggara.