Prosesi berikutnya adalah penyerahan katuko dari Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, kepada perangkat Masjid Agung Keraton Wolio. Sebelum katuko diserahkan kepada Lakina Agama, Imam, Hatibi, dan Moji, terlebih dahulu dibacakan doa oleh perangkat masjid yang telah ditunjuk. Rangkaian ritual kemudian ditutup dengan pemberian ucapan selamat.
Usai prosesi, Yusran Fahim menjelaskan bahwa pergantian katuko dilakukan atas permintaan internal perangkat Masjid Agung Keraton Wolio karena katuko sebelumnya telah usang. Katuko lama selanjutnya akan dimuseumkan, meskipun lokasi penyimpanannya masih akan ditentukan, apakah tetap di lingkungan masjid atau di tempat khusus.
“Tidak ada permasalahan dalam proses pergantian katuko ini. Pemkot serta DPRD turut menyaksikan langsung prosesi yang berjalan khidmat dan lancar,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam kondisi saat ini, setiap proses pergantian katuko perlu dilaporkan kepada kepala daerah, dalam hal ini Wali Kota Baubau. Dengan demikian, seluruh tahapan yang dilakukan telah melalui prosedur koordinasi yang tepat.
Baca Juga: Dua Desa di Muna Tuntas Laksanakan Pilkades PAW, Dua Berproses dan Satu Buka Pendaftaran Ulang
