Kedua peserta tersebut masing-masing adalah Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.

Menurut keterangan Kemhan, Anisa meninggal dunia akibat heat stroke saat mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan. Sementara itu, Yonanda Muhammad Taufiq meninggal dunia setelah mengalami penurunan kondisi fisik ketika mengikuti pendidikan di Satdik Pusat Latihan Tempur Kodiklatad Baturaja.

“Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat ‘cardiac arrest’ atau henti jantung,” kata Rico.

Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa seluruh peserta SPPI telah melalui proses seleksi, termasuk pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pendidikan dan pelatihan. Peserta yang dinyatakan lolos disebut telah memenuhi syarat fisik untuk mengikuti latsarmil.

Selain itu, Kemhan juga menyebut bahwa penanganan medis telah diberikan kepada peserta yang mengalami gangguan kesehatan selama proses pelatihan berlangsung sesuai prosedur yang berlaku.