Meski demikian, pemerintah memastikan evaluasi tetap dilakukan terhadap pelaksanaan program tersebut, khususnya terkait pengawasan kesehatan peserta di lapangan.

“Saat ini Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional dan penyelenggara pendidikan terus melakukan evaluasi dan penguatan pengawasan kesehatan peserta guna memastikan keselamatan dan kesehatan peserta tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program,” jelas Rico.

Sementara itu, Istana Kepresidenan menegaskan bahwa Program Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih tetap akan dilanjutkan meski terjadi insiden dalam pelatihan.

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi dan evaluasi atas peristiwa tersebut.

“Ya apa mitigasinya, tentu berbeda antara program Koperasi Merah Putih-nya, kemudian penyediaan sumber daya untuk mengelola itu,” kata Juri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, sebagaimana dikutip dari Detik.