Toyota menyebut pendekatan tersebut sebagai Toyota Multi Pathway, yakni menyediakan kendaraan dengan berbagai sumber tenaga, mulai dari mesin diesel, Battery Electric Vehicle (BEV), hingga rencana pengembangan model Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) berbasis hidrogen.
Pada peluncuran tahap awal ini, Toyota memperkenalkan Hilux dengan mesin diesel dan varian BEV. Untuk varian mesin diesel, Hilux generasi IX menggunakan mesin 1GD-FTV 4 silinder berkapasitas 2800 cc, mesin yang sama digunakan pada Fortuner saat ini. Varian diesel ini dijadwalkan masuk ke pasar Jepang pada pertengahan tahun depan.
Sementara itu, varian BEV yang ditampilkan masih berstatus prototipe. Model listrik ini dibekali baterai lithium-ion berkapasitas 59,2 kWh dengan jarak tempuh mencapai sekitar 300 km untuk versi 4WD berdasarkan standar NEDC.
Motor listriknya menghasilkan tenaga sekitar 144 kW atau 193 hp, dengan klaim kemampuan off-road yang tetap dipertahankan.
