Apa yang diusung Ganjar-Mahfud, menurut Hasto, bukan keadilan dalam hukum semata, tetapi juga di dalam bidang ekonomi. Dia kemudian menyebut salah satu keadilan akan diwujudkan yakni bantuan langsung tunai (BLT) yang tidak tepat sasaran bisa diganti dengan program baru KTP-Sakti.

“Tadi rapat muncul suatu optimisme yang sangat kuat. Kalau Pak Jokowi pada tahun 2014 mampu mengalahkan Pak Prabowo pada H-16, maka sekarang 60 hari ke depan kami bergerak darat, udara, spiritualitas,” katanya.

Sikap optimis juga disampaikan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budisatrio Djiwandono. Dia mengatakan, Prabowo yang tampil apa adanya saat debat merupakan salah satu keunggulan. Keunggulan ini didasari bahasa yang digunakan mudah dimengerti oleh masyarakat saat menyampaikan gagasannya.

Baca Juga: Disinggung Jadi Gubernur DKI Jakarta Berkat Gerindra, Anies Serang Prabowo Tak Kuat Oposisi

“Dari sekian debat, Pak Prabowo ini tidak bisa berpura-pura. Kami percaya bahwa masyarakat mencari pemimpin yang bisa prinsip yang jelas dan bicara dengan bahasa yang sederhana,” ujar Budisatrio di Jakarta, Rabu.