Baca Juga: Bupati Muna Pastikan Tahun Ini Pengaspalan Jalan di Kabangka

Ia dan rekan Pokdarwisnya, Gaspar Riberu turun langsung ke tepian sungai untuk memungut sisa-sisa kotoran lalu dibuang ke seberang jalan untuk dibakar.

Sambil duduk di atas tambatan perahu, bermodalkan kayu dan kaos tangan, Andi dan Gaspar bergulat seharian dengan sampah. Mereka menyingkirkan sampah-sampah plastik dan bahkan kotoran manusia. Semua itu dilakukan agar air sungai tidak tercemar.

Meski tidak semua sampah dipungut, namun upaya dua pemuda Pokdarwis ini harus diapresiasi.

"Kami betul-betul merasa peduli dengan kondisi tambatan perahu ini karena jika dibiarkan, volume sampah akan melebihi ambang batas sungai, padahal air sungai kerap dikonsumsi warga termasuk nelayan. Apabila air sungai tercemar manusia juga yang akan menanggung akibatnya," tutur Andi. (B)