La Ode Poko, sebagai kepala adat di wilayahnya atau yang dikenal sebagai Bonto diizinkan untuk mengelola upeti dan menjaga keutuhan wilayah utara Kesultanan Buton.
Sehingga pada waktu itu juga ia diberi izin untuk pulang dan diberikan lagi satu lembar jubah, satu mata pedang dalam bentuk parang sebagai cindera mata dari Ayah La Ode Poko dan sekaligus diberi mandat untuk menjaga di Wilayah Utara Kesultanan Buton, serta memberikan hak untuk mengelola upeti tersebut di wilayahnya yang disebut Kadiena Watu Motobe.
Baca Juga: Permandian Kalima-lima Moolo Muna Tawarkan Air Terjun di Atas Batu Tersusun Lima
Masyarakat Waoleona dibagi menjadi empat kelompok pengawas, Matana Surumba untuk menjaga empat arah mata angin. Sejumlah Bontona, seperti Bontona Togo Besi dan Bontona Kusambi, bertanggung jawab atas wilayah tertentu di Kecamatan Lasalimu. Acara pesta syukuran ritual adat yang berlangsung sejak 2,5 abad lalu, menjadi warisan leluhur yang dijaga dengan konsistensi.
Asisten I Setda Kabupaten Buton, Alimani menegaskan, acara ini adalah agenda rutin tahunan, diharapkan diberkahi oleh Allah SWT. Dia juga mengajak untuk membangun kesatuan dan menjaga kebersamaan, terutama menghadapi pemilu agar tidak terpecah belah
