Baca Juga: Umat Muslim di China Sudah Mulai Puasa, Tapi Masih Dilarang Salat Tarawih
Selama sebulan penuh Pemerintah Kotamadya menyuguhkan hidangan komplit. Sup, roti, pilav atau nasi khas Turki, olahan daging atau ayam dan menu penutup berupa kudapan manis. Tak ketinggalan, air minum kemasan dan ayran alias yogurt khas Turki.
Melansir Reuters, pegawai pemerintah, pekerja sosial, donatur dan warga, bahu membahu menyiapkan Tenda Iftar. Engga sekedar makan gratis, Tenda Iftar juga menjadi ajang berkumpul keluarga dan silaturahmi antar warga, serta interaksi antara warga dan wisatawan.
Baca Juga: Setelah 88 Tahun, Masjid Hagia Sophia Turki Kini Gelar Salat Tarawih
Tradisi ini juga mengedukasi anak-anak untuk berpuasa sejak dini, memperkenalkan arti toleransi, serta mengingatkan setiap orang untuk saling berbagi.
