“Terlihat dari banyaknya talang yang disediakan oleh masyarakat, yang nilainya tidak kecil. Ini menunjukkan bahwa kegiatan budaya seperti ini juga mampu menggerakkan roda perekonomian lokal,” ujarnya, Senin (30/6/2025).

Abdul Rahman menyebut hampir seluruh wilayah di tanah Buton, khususnya Kota Baubau, memiliki kekayaan budaya yang masih dijaga hingga kini. Salah satunya adalah ritual kasambu-sambu di Kelurahan Kolese, tuturangiana andala, dan termasuk Kadiuano Liwu di Lowu-Lowu.

"Ritual ini merupakan bentuk doa dan permohonan kepada Allah SWT agar masyarakat dijauhkan dari musibah, mendapat kelimpahan rezeki, panjang umur, serta agar lingkungan dan negeri kita senantiasa dilindungi,” jelasnya.

Salah satu warga Lowu-Lowu, Nafiati, menjelaskan bahwa ritual Kadiuano Liwu dikenal juga dengan sebutan mandi-mandi kampung. Prosesi ini diawali dengan pengambilan air laut yang kemudian dibacakan doa-doa khusus sebelum dipercikkan kepada masyarakat.

Baca Juga: Nirwana Buton Villa, Wisata Tepi Pantai yang Tawarkan View Laut Biru di Kota Baubau