"Alhamdulillah hasil laut semakin meningkat, ini bukan hanya saya saja yang merasakan tapi teman-teman juga ikut merasakan dan selama melaut kami tidak pernah menemui hal-hal aneh di tengah laut khususnya pada malam hari, begitu juga ketika perjalanan menuju ke rumah (daratan) kami masih dalam perlindungan Allah swt," cerita Rizal.
Baca Juga: Pantai Jodoh Batauga, Rekomendasi Healing Buat Kawula Muda, Siapa Tahu Dapat Jodoh
Rizal juga menyampaikan, kembali lagi kepada individu masing-masing percaya atau tidak, namun sampai saat ini ia mempercayai keharusan dilakukannya ritual adat Kapelanto.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Buton Selatan, La Ode Haerudin mengatakan, adat ritual Kapelanto sudah didaftarkan sebagai kepemilikan warisan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Buton Selatan kedalam Kekayaan Intelektual Komunal (KIK).
Bersamaan dengan jumlah isian talang (nampan) yakni berjumlah 8 jenis yang berfilosofi pada jumlah tentakel gurita, yakni diantaranya bendera, telur, tembakau dan sirih pinang gulung, onde-onde, cucur, waje, pisang goreng, dan buah pinang, yang mana termasuk dalam KIK.
