BAUBAU, TELISIK.ID - Masyarakat Kelurahan Kolese, Kecamatan Lea-Lea, Kota Baubau kembali melaksanakan tradisi Kasambu-sambu dalam nuansa adat yang kental. Tradisi warisan leluhur ini terus dijaga kelestariannya di tengah arus modernisasi yang semakin kuat.
Kasambu-sambu merupakan pesta adat tradisional masyarakat Kelurahan Kolese, Kota Bau-bau yang bermakna "saling menyuapi". Tradisi ini dilakukan dengan menyuapkan makanan kuliner tradisional Buton yang diletakkan di atas talang (talam) sebagai wujud rasa syukur, silaturahmi, dan kekeluargaan, yang dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri.
Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darus Salam, memberikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Kolese dalam merawat budaya lokal. Ia menilai, tradisi Kasambu-sambu bukan sekadar kegiatan makan bersama, tetapi juga menjadi simbol penguatan karakter masyarakat Buton.
“Tradisi ini mengandung nilai Pooma-maasiaka (saling menyayangi), Poangkat ngkataka (saling menyegani), dan Pomae-maeaka (saling menjaga harga diri). Di sini, kita duduk setara dalam balutan adat Pobinci-binci Kuli, tanpa sekat antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya Minggu (29/3/2026).
