Sedangkan masiara kuburu seakan menjadi agenda wajib oleh beberapa masyarakat Suku Bugis saat Idul Fitri dan Idul Adha.
"Kalau masiara kuburu ini, kami datang ke kuburan keluarga yang telah mendahului, tujuannya mengirimkan doa dan membersihkan kuburannya," jelasnya.
Sementara itu, tradisi ini dilakukan didampingi oleh orang yang dituakan dalam wilayah tersebut, dengan menggunakan beberapa media seperti dupa, pisang bugis, ayam dan sokko.
Ia berharap, tradisi ini terjaga dan tetap dilestarikan oleh generasi ke depannya, karena dalam setiap tradisi yang dilakukan tersimpan banyak nilai-nilai.
"Semoga tradisi nenek moyang ini tetap terjaga dan dilestarikan ke depannya," pungkasnya.
