Tradisi Pakande Ana-ana Maelu ini digelar karena tradisi tersebut sarat makna kemanusiaan yang hadir sejak 6 abad silam, atau sekitar tahun 1500-an, atau sejak masuknya Islam di Buton.
Untuk diketahui, ritual tersebut menghadirkan 44 anak yatim piatu yang berasal dari masing-masing desa dan kelurahan di Kabupaten Buton untuk mengikuti tradisi.
Dimulai dengan membasuh ubun-ubun anak anak yatim, dan memberikan makan serta memberi santunan kepada anak yatim yang mengandung makna mendoakan anak yatim piatu agar diberi umur panjang, rezeki yang halal dan keteguhan iman. (B)
Reporter: Iradat Kurniawan
Editor: Haerani Hambali
