“Air suci ini bukan hanya sekedar simbol, tetapi juga merupakan wujud dari kesucian dan kesetiaan kita dalam menjalankan tugas pokok kita sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Momen Peringatan Hari Lahir Pancasila, Kapolda Sulawesi Tenggara Sampaikan Ini

Ia menambahkan, pengambilan air suci ini adalah salah satu bentuk rangkaian dari pemuliaan nilai-nilai Tribrata dalam rangka hari Bhayangkara ke-78, dimana pengambilan air suci ini nantinya akan dipakai sebagai kegiatan pensucian panji-panji Polri di tingkat Mabes Polri maupun Pataka pada tingkat Polda.

Pengambilan air oleh gabungan personel Polda Sultra melambangkan kesucian dan ketulusan pengabdian insan Bhayangkara kepada Negeri. Begitu juga sejarah air Sungai Laku-Laku Kebun Raya Kendari, Andonohu, Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, merupakan tempat yang suci dan sakral bagi masyarakat Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia.

Masih dalam keterangan tertulis, maka diputuskan mata air Sungai Lako-Lako sebagai air yang akan digunakan untuk pensucian Pataka Polda Sultra dan sebagian akan dikirim ke Mabes Polri untuk disatukan dengan air dari seluruh Polda di Indonesia untuk pensucian panji-panji di Mabes Polri.