WAKATOBI, TELISIK.ID - Memasuki bulan Syawal, Pulau Wangi-Wangi di Kabupaten Wakatobi semarak dengan berbagai acara tradisi masyarakat. Tradisi ini mulai dari pernikahan, sunatan, syukuran, hingga atraksi budaya seperti Kansoda'a dan Mansa'a.
Kemeriahan ini berlangsung selama dua minggu, dimulai dua hari setelah Lebaran.
Namun, di balik keceriaan, tradisi ini juga membawa dampak bagi pengguna jalan.
Banyaknya acara di setiap kecamatan di Pulau Wangi-Wangi membuat jalanan dipenuhi tenda dan dekorasi, sehingga menyulitkan akses bagi pengendara.
Kurang luasnya halaman rumah warga menjadi alasan utama penggunaan badan jalan.
