“Bersyukur ada kedua tradisi ini dibanding daerah lain yang masih mencari tradisi dan acara. Di Kadea Waruruma telah ada dari leluhur kita, jadi tugas kita sekarang hanya melestarikan,” ujarnya, Kamis (24/9/2026).

Menurut La Ode Aswad, pelestarian tradisi tersebut merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya masyarakat.

“Wujud melestarikan ini seperti ini, yaitu ekspresi budaya. Jadi ini ekspresi budaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, tradisi tersebut merupakan bentuk rasa syukur masyarakat yang dituangkan kepada Allah SWT dan berpotensi dikembangkan menjadi agenda tahunan.

“Ini bisa dijadikan event tahunan. Jadi bisa ditulis dan dibukukan agar tidak punah dan tetap lestari sepanjang masa,” katanya.