Gunungan berbentuk kerucut tersebut diarak oleh pengawal keraton, kemudian dibagikan kepada warga setelah didoakan. Uniknya, pembagiannya tidak dilakukan secara langsung, melainkan diperebutkan oleh warga.

4. Perang Topat, Lombok

Masyarakat Lombok memiliki tradisi unik bernama Perang Topat atau perang ketupat, yang dilaksanakan enam hari setelah Lebaran.

Meskipun dinamakan perang, tradisi ini sama sekali tidak mengandung unsur kebencian. Sebaliknya, Perang Topat melambangkan rasa syukur dan kerukunan antarumat beragama di Lombok.

Tradisi ini diawali dengan mengarak hasil bumi, kemudian dilanjutkan dengan selebrasi unik, yaitu saling melempar ketupat antara Suku Sasak dan Bali. Menariknya, acara ini diadakan di Pura Lingsar, Lombok Barat.