MUNA, TELISIK.ID - Hari raya Idul Fitri 1444 H sebentar lagi tiba dan masyarakat di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, memiliki kebiasaan unik dalam menyambut hari yang penuh sukacita ini. Salah satu tradisi yang masih dilestarikan di Kota Raha adalah haroa atau baca-baca, sebuah bentuk kesyukuran pada sang pencipta setelah sebulan penuh berpuasa.

Sejak pagi hari, salah satu warga setempat, Wa Ode Nurfadillah mulai mempersiapkan isian haroa yang terdiri dari berbagai makanan khas Muna. Para wanita di sana biasanya membuat lapa-lapa, kue cucur, pisang goreng srikaya dan wajik yang membutuhkan ketelatenan dan kesabaran yang tinggi.

Sementara itu, para pria seperti Madan membantu mempersiapkan ayam parende dan ayam kagule, dari menyembelih, membersihkan bulu-bulu ayam kampung, hingga memasaknya.

Baca Juga: Tak Ada Suara Takbiran, 4 Tradisi Perayaan Idul Fitri di Jepang

Setelah semua isian haroa siap, mereka meletakkannya di dalam sebuah tudung berbentuk lingkaran, yang biasanya ditutupi dengan kain putih dan diberi alas dari daun pisang.