Baca Juga: 5 Rumah Unik yang Bisa Berputar 360 Derajat
Peti tersebut kemudian ditenggelamkan dan diikat dengan tali serta kayu yang kuat, sering kali ditambah pemberat seperti karung pasir agar tidak mengapung.
Proses ini membutuhkan usaha ekstra, di mana warga harus masuk ke dalam air untuk memastikan peti terpasang dengan baik.
Menurut warga setempat, tradisi ini biasanya dilakukan saat musim hujan, ketika genangan air membuat lubang makam rawan tergenang.
Meskipun beberapa lokasi pemakaman kering telah dibangun melalui swadaya masyarakat, seperti di Tumbukan Banyu dan perbatasan Sungai Pinang, tantangan anggaran untuk penimbunan lahan masih menjadi kendala utama.
