Menurut kepercayaan masyarakat Suku Miao, ketika para warga yang hendak bertani di daerah pegunungan pada zaman dahulu, model rambut tanduk ini digunakan untuk menakut-nakuti hewan buas.

Baca Juga: Ritual Menari Bersama Mayat, Tradisi Famadihana di Madagaskar

Awalnya, para pria Suku Miao ini juga memakai rambut tanduk namun karena mereka merasa sulit bergerak sehingga lama-lama meninggalkan tradisi tersebut.

Meskipun demikian, para perempuan Suku Miao tetap mempertahankan tradisi membuat rambut konde yang unik ini sebagai sejarah dan warisan para leluhur yang tidak akan dilupakan.

Hingga saat ini rambut tanduk hanya dikenakan untuk penghormatan terhadap para leluhur dalam acara upacara adat setempat, pernikahan, dan festival. (C)