Selain mengecat pintu, masyarakat China juga kerap meletakkan guntingan pita merah di jendela dan pintu sebagai tanda keberuntungan. Masyarakat China juga akan menyajikan makanan khas Imlek seperti sup bola beras ketan. Lalu kue beras berbentuk bulan (kue tahun baru), dan pangsit ("Jiozi" dalam bahasa Mandarin).

Ada juga santapan ikan sebagai makanan terakhir pada malam tahun baru untuk keberuntungan. Dalam bahasa China, pengucapan 'ikan' sama dengan pengucapan kata 'kelimpahan'. Pada akhir perayaan Imlek, ada Festival Lampion, parade, tarian, permainan, dan kembang api. Kegiatan dirayakan pada hari terakhir perayaan Imlek.

2. Korea Selatan

Di Korea Selatan, perayaan Imlek biasa disebut dengan "Seollal" dan ada hari libur selama tiga hari. Perayaan Imlek di Korea Selatan pernah dihentikan dari tahun 1910-1945.  Lalu, perayaan Seollal secara resmi dihidupkan kembali tahun 1989.

Biasanya, masyarakat akan mudik dan melaksanakan ritual untuk menghormati leluhur dan orang tua dengan mengenakan Seolbim, pakaian tradisonal khusus untuk perayaan Seollal. Selain itu, masyarakat Korea Selatanakan menggantung gulungan indah yang penuh dengan berkah di pintu rumah mereka.