PROBOLINGGO, TELISIK.ID - Empat petugas dan relawan tewas setelah terjebak kobaran api saat berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (15/10/2026).

Selain empat korban tewas, dua orang lainnya mengalami luka bakar serius dan telah dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan perawatan intensif. Peristiwa memilukan ini menjadi pengingat mahalnya harga yang dibayar para pejuang api di garis depan pemadaman.

"Tiga korban meninggal dunia di lokasi kejadian saat memadamkan kebakaran dan satu korban meninggal saat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tongas," kata Bupati Probolinggo Muhammad Haris dalam keterangannya, Kamis (15/10) malam.

Angin Tiba-tiba Berbalik Arah

Peristiwa bermula sekitar pukul 09.00 WIB. Tim gabungan beranggotakan 12 orang yang terdiri atas petugas Balai Besar TNBTS, anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), dan karyawan hotel di kawasan Bromo bergerak menuju titik api di kawasan Mentigen dan Blok Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura.

Setibanya di lokasi, mereka berpencar ke sejumlah titik guna mempercepat proses pemadaman. Medan yang terjal dan hembusan angin kencang membuat api cepat merambat disertai kepulan asap pekat yang menyulitkan petugas di barisan terdepan untuk menyelamatkan diri.