Konon, Panglima Burung ini mendiami wilayah pedalaman. Ia sakti dan terhubung dengan alam ghaib. Namanya yang tiba-tiba melejit karena kerusuhan Sampit itu disebut-sebut memiliki umur ratusan tahun.
Cerita lain menyebut, Panglima Burung adalah sosok yang bisa berubah-ubah wujud, baik laki-laki maupun wanita, tergantung situasi. Sosok yang kabarnya biasa disebut Pangkalima ini dikisahkan tinggal di perbatasan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, tapi tak tahu di mana tepatnya.
Lebih menghebohkan lagi, disebutkan bahwa Panglima Burung ini sebenarnya adalah tokoh adat Dayak yang sudah meninggal. Hanya saja, orang-orang dapat berkomunikasi dengan ruhnya melalui kekuatan magis.
Kenapa disebut Panglima Burung? Ceritanya, sosok panglima ini adalah jelmaan burung Enggang, salah satu satwa asli Kalimantan, dilindungi dan merupakan hewan keramat dalam kebudayaan Dayak.
Sudah banyak orang-orang yang mengaku sebagai Panglima Burung, mulai dari di Kalbar, Kalteng sampai Kaltara, tapi tak ada satupun bukti soal klaim itu.
