Tentu sebagai parpol pemenang politik dalam dua periode pemilu yang lalu, sangat ditunggu oleh masyarakat. Apakah PDIP akan mengusung kadernya itu, Ganjar Pranowo yang menurut berbagai lembaga survey sangat kuat dukungan masyarakat, ataukah Puan Maharani yang juga sangat kuat di dukung oleh internal PDIP.
Dilema PDIP
Memang dapat dipahami, kesulitan PDIP dalam memutuskan siapa kandidat presiden yang akan mereka usung, apakah itu Ganjar Pranowo ataukah Puan Maharani.
Sebagai analogi, partai politik adalah sebuah kendaraan, maka untuk layak jalan kendaraan tersebut, tentu membutuhkan perawatan rutin, baik itu pemberian pelumas yang teratur, pemeriksaan mesin yang terjadwal, bahkan pengurusan administrasi surat keabsahan yang tak bisa diabaikan. Begitu juga dengan partai politik, membutuhkan perawatan yang telaten tersebut.
Jadi ketika para fungsionaris partai politik telah bekerja siang malam dalam menjaga mesin politik partai untuk tetap dapat berjalan dengan baik, hingga sangat siap untuk ikut kontestasi politik, lalu pada saat kendaraan tersebut mau digunakan saat ada pesta politik, ada opini dari eksternal partai apapun sebagai pembenarnya, bahwa yang layak membawa kendaraan tersebut berdasarkan asumsi publik adalah orang yang justru bukan ikut langsung sebagai fungsionaris partai tersebut.
