Di tengah suasana duka di Vatikan, pertemuan Trump dan Zelenskyy berlangsung secara tertutup. Gedung Putih menyebutkan bahwa diskusi kedua pemimpin tersebut berlangsung sangat produktif, meski tidak merinci lebih lanjut isi pembicaraan maupun hasil yang dicapai dari pertemuan tersebut.
Zelenskyy dalam keterangannya menilai pertemuan ini sebagai sesuatu yang simbolis. Ia menyatakan bahwa momen tersebut berpotensi menjadi sejarah apabila mampu menghasilkan suatu pencapaian nyata bersama dalam menekan agresi Rusia.
"Pertemuan dengan Trump sangat simbolis yang berpotensi menjadi sejarah apabila menghadirkan suatu kecapaian bersama," terang Zelenskyy usai bertemu dengan Trump di Roma.
Selain membahas opsi baru untuk menghentikan Putin, Trump juga membuat pernyataan mengejutkan mengenai pencaplokan Krimea oleh Rusia. Dalam postingannya, Trump secara gamblang mengakui bahwa Rusia telah mencuri wilayah tersebut dari Ukraina, sebuah pengakuan yang jarang terjadi dari seorang Presiden Amerika Serikat.
