Ketidakterbukaan tersebut ikut memperluas spekulasi mengenai eskalasi langkah AS di wilayah tersebut.

Pemerintah Venezuela langsung merespons. Presiden Nicolas Maduro mengirim surat kepada Sekretaris Jenderal OPEC Haitham Al Ghais, memperingatkan bahwa peningkatan aktivitas militer AS di Karibia berpotensi mengguncang stabilitas pasar energi global.  

Pemerintah Venezuela menegaskan bahwa tindakan Washington merupakan upaya untuk “melakukan perubahan rezim” dan mengendalikan sumber daya minyak negara tersebut.

Di sisi lain, Presiden Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez menyatakan melalui stasiun televisi pemerintah bahwa mereka akan membentuk komisi khusus untuk menyelidiki serangan militer AS terhadap kapal yang disebut sebagai pengangkut narkoba di wilayah Karibia dan Samudra Pasifik timur.  

"Kami perlu memastikan semua kejadian ini ditangani dalam kerangka legalitas," ujarnya, seperti dikutip dari Xinhua, Selasa (2/12/2025).