Di bawah kepemimpinan Biden, bantuan luar negeri diberikan secara masif, termasuk bantuan militer kepada Ukraina. Namun, kebijakan Trump ini kini menghentikan semua bentuk dukungan serupa hingga adanya tinjauan ulang.

Israel sebagai sekutu utama Amerika Serikat terus mendapatkan dukungan signifikan meski ada kebijakan baru ini. Bantuan yang diberikan meliputi dukungan militer dan logistik, terutama dalam menghadapi konflik di Jalur Gaza Palestina.

Sebelumnya, Israel telah melancarkan agresi brutal ke wilayah Gaza pada Oktober 2023 yang berujung pada gencatan senjata sementara.

Selain Israel, Mesir juga mendapatkan pengecualian dalam kebijakan pembekuan bantuan luar negeri ini. Mesir dianggap sebagai mitra strategis Amerika Serikat di kawasan Afrika Utara dan Timur Tengah. Bantuan yang diberikan mencakup dukungan militer dan beberapa kebutuhan logistik lainnya.

Sementara itu, beberapa negara lain, termasuk Ukraina, mengalami dampak langsung dari kebijakan baru ini. Ukraina yang selama ini menerima bantuan militer besar dari Amerika Serikat kini harus menghadapi kenyataan bahwa bantuan tersebut dihentikan sementara.