Terlebih, kata dia, persoalan COVID-19 merupakan soal kesadaran masyarakat itu sendiri. Olehnya, ia menganggap keliru jika ada sebagian masyarakat yang menolak pelaksanaan Munas KADIN dengan alasan kesehatan.
"Saya pikir keliru juga ada yang memperdebatkan soal kesehatan, tapi kegiatan dimatikan. Kita mau hentikan Munas tapi aktivitas di masyarakat tidak dibatasi, gimana caranya itu," cetusnya.
Menurut politisi Partai Golkar itu, banyaknya yang terkena COVID-19 dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat atas protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.
"Kalau kesadaran ini dibangun bersama, saya pikir tidak akan ada yang terkena COVID-19 ini. Ini juga faktor kelalaian," yakinnya.
Ia pun mengharapkan masyarakat untuk tetap optimis menghadapi COVID-19 dan tetap menerapkan protokol kesehatan.
