Baca Juga: Jelang Kendari Triatlon, DLHK Percantik Taman Rute yang Dilalui Atlet

Para penumpang dan beberapa kalangan meminta pihak pemerintah dan pengelola ASDP feri Kolaka untuk segera menghentikan kewajiban rapid test karena dianggap sangat membebani masyarakat.

Amirul (30), salah seorang calon penumpang kapal mengaku  merasa keberatan terkait adanya beban biaya rapid test yang dianggapnya mahal, belum lagi biaya tiket kapal yang harus ditanggung.

"Iye Pak. Kita ini penumpang susah sekali banyak mau dibayar, uang test antigen, uang tiket kapal, belum lagi biaya ini kita jalan naik bus," katanya, Rabu (26/5/2021).

Menangggapi hal tersebut, pengelola ASDP Kolaka beserta pihak klinik penyedia jasa rapid test, sementara waktu menghentikan proses rapid test dan tidak mewajibkan lagi bagi para calon penumpang kapal melakukan rapid test.