Warga sekitar pun segera melapor peristiwa tersebut ke pihak kepolisian resort Manggarai Timur.

"Menerima laporan tersebut pihak kepolisian berkoordinasi dengan Satgas Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Kabupaten Manggarai Timur untuk melakukan hal yang perlu ditangani sesuai protokol kesehatan," kata Bripka Paulus Wadan.

"Mayat tersebut segera dirapid test namun hasilnya negatif," tambah Bripka Paulus Wadan.

Hasil negatif tersebut, lanjut Bripka Wadan, belum dapat dipakai oleh pihak Satgas dalam mengevakuasi mayat. Para petugas yang ada di lokasi pun tetap memakai Alat Pelindung Diri (APD) saat mengevakuasi mayat.

Saat dievakuasi, sambung Bripka Wadan, kondisi tubuh mayat itu sudah membengkak dan mulut mengeluarkan darah.