Ramli merupakan pensiunan guru di PTPN 4. Dari hasil gaji tersebut, ia menabung dan memberanikan diri untuk mendaftar. Ia yang akan berangkat ditemani istri terus berikhtiar. Walau tak bisa melihat, hal itu tak menyurutkan niatnya untuk menunaikan ibadah haji.
“Tentu tidak mudah. saya terus berikhtiar. Alhamdulillah, Allah SWT mewujudkan doa kami. Kini saya menunaikan haji ditemani istri yang menjadi mata, telinga dan tangan serta memandu saya menjalankan ibadah,” lanjutnya.
Ramli beserta istri telah mendaftar haji sejak tahun 2012. Dia berangkat bersama istrinya seharusnya di tahun 2020 dan sempat melaksanakan manasik haji dengan pembimbing. Namun karena pandemi COVID-19 melanda, akhirnya tertunda.
“Tahun 2022 sebenarnya istri saya dapat panggilang melaksanakan ibadah haji. Saya tidak bisa ikut karena terkendala usia saat itu. Akhirnya istri saya menunda karena ingin bersama saya. Siapa yang menemani saya nanti. Akhirnya kami sepakat pergi bersama tahun ini," terangnya.
Kasubbag Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara, M Yunus membenarkan, Ramli masuk ke kloter empat dan sudah bertolak ke Mekkah melalui Bandara KNIA.
