"Saat ini, Kemenag masih memverifikasi data GBASN RA dan Madrasah calon penerima dan sedang sinkronisasi sistem dengan bank penyalur agar tidak terjadi masalah di kemudian hari. Insya Allah pada Juni 2025 segera cair," lanjut Nasaruddin.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Suyitno, turut menambahkan bahwa terdapat sebanyak 243.669 guru RA dan madrasah swasta non sertifikasi yang menjadi target penerima tunjangan insentif tahap pertama ini.
Untuk merealisasikan program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 365.503.500.000.
"Pada tahap pertama, anggaran yang akan disalurkan mencapai Rp365.503.500.000," tegas Suyitno, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM Kemenag.
Untuk memastikan program ini berjalan tepat sasaran, Kementerian Agama menetapkan sejumlah kriteria yang harus dipenuhi oleh para guru RA dan madrasah agar berhak menerima tunjangan insentif tersebut.
