Baca juga: Polresta Kendari Mulai Layani Pembuatan SIM Gratis

"Jadi tidak ada alasan mereka menyandera saya, kecuali saya menolak menerima mereka. Tapi inilah generasi muda kita yang peduli dengan daerah. Saya apresiasi itu," tuturnya.

Menurutnya, masalah dugaan ijazah palsu ini sudah sangat berlarut-larut dan tidak memiliki kejelasan. Sehingga wajar jika massa menilai ada dugaan konspirasi antara bupati dan DPRD.

"Tapi saya rasa dugaan itu tidak ada. Karena saya salah satu anggota yang akan menyetujui pembentukan pansus tersebut," tegasnya.

Penyenderaan itu merupakan buntut kekesalan para massa peserta aksi yang mengetahui, jika wakil rakyat mereka sedang melakukan perjalanan dinas ke luar daerah di tengah kondisi daerah sangat membutuhkan kehadiran mereka. Apalagi, bangsa ini tengah dilanda pandemi COVID-19.