"Saya juga belum dapat informasi, pekerjaan apa yang sudah di-SPM, saya juga tidak mungkin paksakan dibayarkan," kata Jahuddin.

Saat ini massa melanjutkan aksi di kantor DPRD Kota Kendari untuk meminta kejelasan terkait tuntutan mereka. (A)

Penulis: Erni Yanti

Editor: Haerani Hambali