"Kita melihat potensi di desa, betapa banyaknya lahan pekarangan yang tidak dikelola. Padahal dengan pemanfaatan lahan pekarangan ini, tentunya dapat mengurangi belanja harian rumah tangga, sehingga dananya dapat dialokasikan pada kebutuhan lain seperti biaya pendidikan. Dengan ini juga masyarakat dapat mengonsumi sayuran yang sehat, dan bebas stunting," bebernya, Sabtu (15/7/2023).

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Buton yang menggunakan aplikasi IPTG BM, per Februari 2023, jumlah anak yang terindikasi stunting sebanyak 1751 orang. Terdiri dari 1500 ketegori keluarga kurang mampu dan 211 keluarga mampu.

Kini masyarakat mulai merasakan manfaat dari pengelolaan lahan pekarangan. Ada beberapa sayuran yang sudah dapat dipanen, tentunya mengonsumsi sayur dari kebun sendiri tanpa bahan kimia jauh lebih sehat.

Baca Juga: BKKBN Sulawesi Tenggara Imbau Cegah Stunting Sejak Masa Kehamilan

"Allhamdulillah saya tanam kangkung dan sawi. Kini kangkungnya sudah bisa dipetik. Tentunya saya bisa berhemat juga, dengan mengurangi belanja sayur di pasar," tutur salah satu ibu rumah tangga, Hasnia.