"Menaikkan dan menurunkan bendera Merah Putih ada aturannya. Sementara itu, oknum mahasiswa ini telah melakukan tindakan fatal dengan menurunkan bendera Merah Putih, lalu mengibarkan kembali bersama bendera organisasi daerah di halaman Kantor Bupati Majene," jelasnya.
Para tersangka kata Febryanto, diancam pidana penjara paling lama 5 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 500 juta.
Baca Juga: Polisi Swiss Ungkap Lokasi Terakhir Anak Ridwan Kamil Terlihat di Sungai Aare
Polisi juga menyita sejumlah barang bukti dalam kasus ini. Barang bukti itu adalah tiga bendera organisasi daerah, yaitu IKMM, IM Mamuju Tengah, dan IMP serta baju sweater, baju kaus, topi, kemeja, dan flashdisk.
"Kami sangat menghargai aspirasi adik-adik mahasiswa yang siap mendukung penuh hak masyarakat dan perkembangan daerah. Kami harap tindakan seperti ini tidak terulang kembali," tuturnya.
