MUNA BARAT, TELISIK.ID - Turut andil dalam pencegahan stunting, pelajar SMA Negeri 1 Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat, dilatih membuat makanan sehat, yakni martabak dari daun kelor.

Wa Ode Sifatu, salah seorang dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UHO, menuturkan bahwa tingginya angka stunting di Indonesia menjadi perhatian pemerintah, sehingga ia bersama sejumlah akademisi lainnya melalui Forum Rektor Indonesia, diberi amanat untuk menangani stunting di Sulawesi Tenggara.

Ia menyampaikan bahwa berdasarkan penelitian, daun kelor menjadi salah satu sayuran yang dapat dikonsumsi dalam upaya pencegahan stunting. Pengolahan daun kelor menjadi produk pangan untuk dikomersialkan dapat pula menjadi alternatif dalam peningkatan nilai ekonomi masyarakat.

"Pembuatan martabak kelor ini sangat mudah, dengan menyiapkan bahan baku daun kelor, telur, tepung terigu serta blender," ungkapnya.

Kemudian ia menuturkan untuk membuat isiannya, tumis kelor dicampur telur yang telah dikocok, setelah itu digoreng seperti membuat martabak biasa.