Pandemi COVID-19 ini sedikit banyak sudah mempengaruhi sisi emosional mahasiswa. Di sisi lain, tidak sedikit mahasiswa yang kesulitan menjaga asupan makanan secara baik karena minimnya jaringan sosial yang membantu mereka.

Mahasiswa-mahasiswi Sultra yang bertahan di Yogyakarta selama masa pandemi COVID-19 dan mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari tidak punya niat pulang kampung.

Meskipun keadaan tak kunjung membaik, Awaluddin mengimbau mahasiswa-mahasiswi dari Sultra untuk tidak pulang kampung sementara waktu demi mencegah penyebaran COVID-19 di daerah asalnya.

"Kami mengusahakan yang terbaik sehingga orang tua di kampung halaman dapat merasa tenang dengan kondisi putra dan putrinya selama menempuh studi di Yogyakarta," kata Awaluddin Muh Ali.

Oleh karena itu, sebagian besar mahasiswa Sultra di Yogyakarta memilih untuk menuruti anjuran pemerintah dan tetap tinggal di Yogyakarta.