"Saya datang ke sini (Mapolda Sumatera Utara) untuk meminta keadilan, belum ada penetapan tersangka dalam kasus saya ini," tuturnya.
Diakuinya, insiden itu bermula dari pertengkarannya dengan istrinya berinisial CHA, tepatnya 27 Desember 2002 lalu. Pertengkaran dipicu adanya dugaan perselingkuhan yang dilakukan wanita itu.
Keesokan harinya, atau tepatnya 28 Desember 2022, istri dan anaknya sudah tidak ada lagi di rumah. Wanita itu diduga sudah pergi meninggalkan rumah dan kembali ke tempat orang tuanya.
Selanjutnya, korban berniat memberi uang untuk belanja kepada istrinya dan hendak mengambil uang ke mesin ATM. Namun, dia terkejut karena kartu ATM-nya sudah tidak ada.
Selanjutnya, korban bergegas ke rumah mertuanya mencari istrinya. Namun tidak ditemukan. Karena itu, korban mendatangi kantor atau Bank BCA untuk mengecek saldo. Akan tetapi, saldonya sudah habis semuanya.
