"Saya meminta rekening koran, dari rekening koran itu saya tahu, uang dalam ATM saya sudah habis," ucapnya.
Selanjutnya, Kamis 29 Desember 2022 itu, korban bergerak cepat mendatangi nama-nama sesuai rekening koran yang telah menerima uang dari ATM-nya. Namun, tidak ada itikad baik untuk mengembalikan.
Bahkan, korban juga tidak menemukan istri dan anaknya. Dia merasa anak dan istrinya seperti disembunyikan atau tidak mau bertemu dengannya.
Akhirnya ia melaporkan peristiwa itu alami sesuai dengan Laporan Polisi nomor: LP/B/30/I/2023/SPKT/Polda Sumatera Utara, tertanggal 9 Januari 2023. Namun sampai saat ini belum ada perkembangan.
"Saya lambat membuat laporan karena sempat menunggu itikad baik pihak keluarga saya, namun ternyata tidak ada itikad baik dari mereka," tambahnya.
