Akibat kerja keras yang berkepanjangan itu, Qandeel harus menjalani dua operasi. Ia pun tidak diperbolehkan lagi melakukan aktivitas fisik yang intens. Kondisi tertsebut semakin membuatnya tenggelam dalam keputusasaan dan mengubur dalam-dalam impiannya tentang pernikahan.

Sementara itu, Mahmoud al-Leli, seorang pemuda berusia 27 tahun, mengatakan, ia sangat mencintai gadis di lingkungan terdekatnya.

"Aku sangat mencintainya, dan aku sudah lama bermimpi bahwa kami akan bersama selamanya. Tapi sepertinya cita-citaku itu terlalu tinggi," kata Mahmoud dilansir dari Grid.id.

Mahmoud tinggal bersama orang tua dan saudara-saudaranya. Mereka masih bergantung pada bantuan yang diberikan oleh The United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees (UNRWA).

Meski tak memiliki pendapatan yang cukup, Mahmoud meyakinkan ayahnya untuk menikahi gadis impiannya itu.