"Pada 2018, pengadilan kami menerima 15.392 pengajuan pernikahan, sedangkan pada 2017 kami menerima 17.367. Di tahun 2016, kami menerima 19.248 pengajuan. Ini berarti bahwa setiap jumlah itu berkurang sebanyak 2.000," kata Hasan al-Jojo.
"Semakin banyak pemuda Palestina yang gagal mencapai impian mereka untuk menikah dan memiliki anakn. Kami sangat prihatin dengan penurunan angka ini," lanjut dia.
Baca Juga: Bakal Dibawa ke Pengadilan Internasional, Ini Deretan Pelanggaran Berat Israel di Palestina
Qandeel dan Mahmoud menjadi representasi dari penurunan angka pernikahan di Gaza.
Kepala Dewan Pengadilan Tinggi Gaza, Sheikh Hassan al-Jojo mengatakan, jumlah pernikahan telah menurun setidaknya 10 persen setiap tahun.
