Pernyataan tersebut menjadi penanda berakhirnya era Runjaic, yang datang dengan harapan membawa stabilitas tetapi justru menutup masa jabatannya di tengah krisis hasil. Udinese kini menjadi klub kelima di Serie A musim ini yang mengganti pelatih, setelah Fiorentina, Bologna, Parma, dan Venezia lebih dulu melakukan langkah serupa.
Kekalahan dari Roma Jadi Pemicu
Zanetti dan Tugas Berat di Udine
Zanetti bukan sosok asing di sepak bola Italia. Ia sebelumnya menangani Venezia, Empoli, dan Verona, dan sedang tidak menangani klub mana pun sejak dipecat Verona pada Februari 2026. Pengalaman itu menjadi modal utama Udinese dalam memilihnya, karena klub membutuhkan pelatih yang memahami tekanan pertarungan degradasi dan karakter liga Italia.
Udinese menyebut Zanetti akan menjalani sesi latihan pertamanya bersama tim pada Selasa sore dan diperkenalkan kepada media pada Rabu pukul 15.00. Jadwal yang padat itu menunjukkan klub ingin pelatih barunya segera bekerja, mengingat laga berikutnya sudah menanti pada akhir pekan. Tidak ada waktu adaptasi yang panjang bagi Zanetti untuk menilai skuad yang ia warisi.
Tantangan pertama Zanetti terbilang berat, tetapi juga sarat cerita. Ia harus membawa Udinese bangkit dari posisi kedua dari bawah dengan selisih poin yang masih bisa dikejar, sambil membangun kembali kepercayaan diri pemain yang sudah delapan laga tidak merasakan kemenangan. Setiap poin menjadi berharga, dan setiap pertandingan berikutnya akan terasa seperti final bagi tim yang sedang berjuang keluar dari zona merah.
Laga Perdana Lawan Mantan Klub
Laga perdana Zanetti bersama Udinese akan terasa sangat istimewa karena lawannya adalah Venezia, klub yang pernah ia bawa promosi ke Serie A. Udinese akan bertandang ke markas Venezia, yang saat ini berada di dasar klasemen, pada Jumat dalam duel sesama tim zona degradasi. Pertandingan itu bisa menjadi penentu awal arah perjuangan kedua tim di sisa musim.
