UEFA tetap mempertahankan rencana boikot karena telah kehilangan kepercayaan terhadap sang presiden.

Melalui pernyataan bersama, tiga konfederasi pun menegaskan kembali bahwa sepak bola bukanlah milik tunggal satu individu atau institusi.

"Kepada Keluarga Sepak Bola yang Terhormat, Sepak bola adalah gairah bersama terbesar di dunia. Sepak bola bukan milik individu atau institusi mana pun. Sepak bola adalah milik para pemain, penggemar, klub, Asosiasi Anggota, dan setiap institusi yang dipercayakan untuk menjaga masa depannya," bunyi pernyataan bersama.

Baca Juga: Timnas Indonesia Panaskan Posisi Atas Klasemen ASEAN Championship Usai Bantai Timor Leste 3-0

Melansir CNN Indonesia, Senin (10/8/2026), puncak penolakan tersebut ditunjukkan oleh UEFA, AFC, dan CONCACAF saat mereka mempertanyakan integritas serta kepemimpinan FIFA.