"Namun, alat ini juga bisa mendeteksi penggunaan masker," tandasnya.
Apabila objek terdeteksi tidak memakai masker, menurutnya, maka akses masuk ke ruangan akan langsung ditolak.
Pengembangan alat ini, disebutkan Igi, sebagai persiapan memasuki tatanan kenormalan baru, khususnya di kampus UGM Yogyakarta.
Dengan alat ini diharapkan dapat membantu dalam mengukur suhu tubuh sebagai bagian upaya mencegah penularan COVID-19 di lingkungan kampus.
Seperti diketahui, penggunaan thermal gun telah menjadi prosedur untuk mengukur suhu tubuh orang yang akan memasuki suatu ruangan.
